Review Insidious 2026, Biasa aja

Insidious 2026


Kalau ngomongin Insidious: Out of the Further* (2026), film ini tuh vibes-nya kayak franchise yang sadar dirinya udah lama jalan, terus bilang, oke, kita coba kasih mainan baru. 

Kali ini fokusnya pindah ke Gemma (Amelia Eve), seorang ibu muda yang punya kemampuan masuk ke The Further dan ini yang bikin masalah bisa membawa makhluk dari sana balik ke dunia nyata. 

Jacob Chase juga merangkap sebagai sutradara sekaligus penulis skenario. Visualnya justru salah satu bagian yang paling menarik.

The Further masih punya estetika gelap, berkabut, dan surreal yang udah jadi identitas Insidious, tapi film ini beberapa kali berani main dengan ruang yang bentuknya terasa kayak mimpi buruk. 

Ada satu sequence yang memanfaatkan benteng bantal/couch fort sampai berubah jadi lorong absurd ala Backrooms konsepnya simpel tapi genuinely creepy. 

Adegan di klinik gigi juga berhasil bikin hal yang sebenarnya biasa jadi uncomfortable banget. Sayangnya, visual sekeren itu nggak selalu konsisten; ketika film masuk ke bagian klimaks, efeknya terasa lebih biasa aja dan nggak se-wah ide awalnya. 

Aktingnya cukup solid, terutama Amelia Eve. Dia nggak cuma disuruh teriak tiap ada setan lewat, tapi harus membawa trauma masa kecil, hubungan ibu-anak, sekaligus rasa takut sebagai seorang ibu yang berusaha melindungi anaknya. 

Ada bobot emosional yang lumayan terasa di situ. Lin Shaye sebagai Elise juga masih punya aura oke, kalau dia muncul berarti kita aman… atau justru makin screwed? 😭 Kehadirannya memang nostalgia banget, dan beberapa ulasan bahkan menilai bobot film ini masih berisi karena Elise. 

Masalah paling besarnya ada di cerita. Premis Gemma sebenarnya fresh buat ukuran Insidious: bukan sekadar orang yang terseret ke The Further, tapi seseorang yang punya kemampuan membawa penghuninya keluar. 

Secara konsep, ini bisa jadi jalan buat memperluas mythology franchise dengan cara yang keren. Dan memang filmnya mencoba melakukan itu. 

Tapi semakin jauh, ceritanya malah makin terasa kayak lore dump: istilah supernatural makin banyak, aturan The Further makin ribet, sementara konflik emosionalnya kadang kalah sama kebutuhan film buat menjelaskan mitologi. 

Bobot ceritanya sebenarnya ada, cuma eksekusinya belum maksimal dan terasa biasa aja. Tema tentang trauma keluarga, hubungan ibu-anak, dan ketakutan mewarisi nasib orang tua cukup jelas. 

Gemma harus menghadapi kemungkinan bahwa tragedi yang menghantui ibunya bisa terulang ke dirinya dan anaknya. Ini membuat film punya sesuatu yang lebih dari sekadar setan muncul → jumpscare → kabur. 

Tapi filmnya terlalu sering balik ke formula horor franchise, sehingga tema tersebut nggak selalu mendapat ruang untuk benar-benar ngena.

Overall, Insidious: Out of the Further biasa aja tapi bukan film jelek juga, dan juga bukan comeback yang bikin gue bilang "AH INI DIA INSIDIOUS YANG KITA TUNGGU,". Ada beberapa visual kreatif, beberapa momen disturbing yang legit, dan Amelia Eve cukup kuat sebagai pusat cerita. 

Tapi plot-nya makin lama makin predictable dan mythology-nya justru bikin film terasa berat di tempat yang seharusnya bisa lebih simpel. Yang jadi perhatian juga masalah plot dan rasa bosan yang muncul di tengah film. 

Rating 6/10 Masih worth buat fans Insidious, terutama kalau kangen The Further dan Elise, Tapi kalau berharap film ini bisa ngasih impact kayak Insidious pertama? Bro, The Further-nya mungkin luas, tapi ide barunya ternyata agak sempit. 😭