Review Thrash 2026, Tanpa Shiupoiler

Review Thrash

Uxfilm review Thrash 2026


Film ini basically definisi "otak boleh dimatiin, yang penting tegang." Premisnya absurd tapi justru itu daya tariknya: badai gede + banjir + hiu masuk kota. Kayak, siapa yang mikir ini ide bagus? Ternyata… lumayan works.

Dari awal, filmnya nggak buang waktu. Langsung chaos. Air naik, orang panik, dan boom—hiu mulai muncul di tempat-tempat yang nggak masuk akal. Vibenya campur antara survival panic sama thriller murahan yang sadar diri. Jadi bukan yang sok serius, tapi juga nggak full komedi.

Aktingnya? Ya aman. Nggak jelek, tapi juga nggak yang bikin merinding. Karakternya agak template—ada yang "the strong one", ada yang panikan, ada yang jelas bakal jadi korban duluan. Lo bisa nebak siapa yang survive dari tengah film.

Kalau lo cari logika, ini film bakal bikin lo kesel, tapi kalau lo cari hiburan chaos, kicau film ini lumayan nagih.

CGI hiunya kadang keliatan fake, tapi di beberapa scene masih oke. Ketegangannya lebih kebangun dari situasi sempit dan rasa "nggak aman di mana pun" daripada kualitas visual doang.

Pacing-nya cukup ngebut, jadi nggak sempet bosen. Tapi konsekuensinya, beberapa momen emosional jadi nggak terlalu kena. Kayak filmnya lebih peduli ke "next danger apa lagi nih" daripada ngasih ruang buat karakter berkembang.

Thrash itu bukan film bagus secara "serius", tapi juga bukan film jelek Ini tipe film yang lo tonton malem-malem, terus komentar sendiri, "ini apaan sih," tapi tetap dilanjutin sampai habis.

Nilai 7/10 kalau lo masuk dengan ekspektasi rendah dan 5/10 kalau lo berharap sesuatu yang realistis dan deep.
Next Post Previous Post